Rabu, 04 November 2020

Pembelajaran 2

 

A.    Bersama dengan temanmu, nyanyikanlah nyanyian dari Kidung Jemaat nomor 299  yang berjudul “Bersyukur kepada Tuhan.”

Bersyukur kepada Tuhan, bersyukur kepada Tuhan,

Sebab Ia baik, bersyukur kepada Tuhan”

Kemudian nyanyikan secara bersahutan, atau secara kanon. Apa yang kamu rasakan setelah bernyanyi? Tentu perasaan senang dan semangat mengisi hatimu bukan? Menyanyi adalah kegiatan yang menyenangkan dan memberi semangat.

Gambar : Bernyanyi sambil bermain

 

 


B.     Pendalaman Materi: Nyanyian Jemaat

    Dalam ibadah Kristen, terdapat beberapa jenis nyanyian. Berdasarkan iramanya, kamu akan mengetahui bahwa ada nyanyian yang dinyanyikan secara bersemangat, tetapi ada juga yang lembut bahkan syahdu. Lalu berdasarkan isi atau pesannya, kamu akan menemukan ada nyanyian yang memuji Allah, tetapi ada juga yang berisi doa atau harapan.

    Orang Kristen adalah penganut agama yang paling banyak bernyanyi dibanding penganut agama manapun. Bahkan dalam suasana duka sekalipun orang Kristen tetap bernyanyi.  Kebiasaan ini sangat menyenangkan bagi semua orang, bagi yang mendengar, bagi yang menyanyi, dan tentu bagi Tuhan. Tetapi coba mari kita ingat-ingat, kebiasaan kita bernyanyi. Ada yang serius dan menikmati lirik serta nada nyanyian tersebut, tetapi ada juga yang asal bunyi dan tidak menghayati nyanyian tersebut.

C.    Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti 21

   Apakah kamu selalu sungguh-sungguh setiap kali menyanyi? Atau sering asal menyanyi saja atau asal bersuara saja? Menyanyi dalam ibadah berarti melibatkan hati, bukan hanya mulut yang bersuara. Tetapi apa maksudnya? Artinya, kita benar-benar menghayati syair dan melodi yang kita nyanyikan. Jika nyanyian kita hanya karena ibadah, atau karena takut dikatakan “masak ibadah kok tidak menyanyi”, hanya asal menyanyi, asal bersuara saja, walaupun suara kita bagus, atau karena ingin mendapat pujian orang yang mendengar, maka nyanyian kita tidak ada gunanya.

   Nyanyian yang dikehendaki oleh Tuhan adalah nyanyian yang berasal dari hati kita. Dalam nyanyian itu ada perasaan, keyakinan, dan doa yang menandakan hubungan kita yang dekat dengan Tuhan. Nyanyian yang dinyanyikan dengan baik, dengan suara yang jelas bukan berteriak, dan yang dinyanyikan dari hati akan menenteramkan hati yang menyanyikannya, kita

sendiri, orang lain, dan Tuhan.

 

Pembelajaran 1

 

·         Manfaat membaca Alkitab secara tekun

   Sebenarnya, apakah yang kita maksud saat kita mengatakan bahwa Alkitab adalah buku yang istimewa, bahwa Alkitab  sangat penting dan harus menempati posisi yang utama dalam pengakuan? Apakah itu berarti kita harus memiliki tempat yang khusus untuk menempatkan Alkitab di rumah atau di ruang Sekolah Minggu? Apakah itu berarti seseorang harus berhati-hati saat memegang Alkitab? Apakah itu berarti seorang guru harus selalu memastikan anak-anak memahami bahwa cerita yang dikisahkan dan ayat-ayat yang diajarkan adalah diambil dari Alkitab? Semua hal di atas mungkin penting, tetapi kita harus membatasi dan mengajarkan kepada anak-anak bahwa Alkitab adalah “napas Allah”, pesan tertulis, yang memberi jawaban kepada kita atas pertanyaan-pertanyaan tentang Allah, diri kita sendiri, dan kehidupan Kristen. Alkitab menunjukkan kepada kita jalan untuk datang kepada Allah melalui Yesus Kristus, membantu kita mengetahui cara hidup dalam kehidupan Kristen, dan memberi kita tuntunan untuk membuat keputusan sehari-hari.

    Alkitab adalah salah satu buku yang paling banyak diproduksi, paling banyak diterjemahkan ke berbagai bahasa, dan paling banyak dibeli. Kita mungkin memiliki lebih dari satu Alkitab dengan beberapa versi terjemahan di rumah kita. Akan tetapi, seberapa banyak Alkitab yang terjual dan seberapa banyak Alkitab yang kita miliki sebenarnya bukanlah hal yang penting.

     Hal yang jauh lebih penting adalah seberapa tekun kita mempelajarinya dan seberapa dalam kita memahami kebenaran yang tertulis di dalam Alkitab. Banyak orang malas dan enggan membaca Alkitab. Padahal, ada banyak berkat dan manfaat yang dapat kita peroleh dari membaca Alkitab. Dalam 2 Timotius 3:15-16 dikatakan: “Ingatlah juga bahwa dari kecil engkau sudah mengenal Kitab Suci yang dapat memberi hikmat kepadamu dan menuntun engkau kepada keselamatan oleh iman kepada

     Kristus Yesus. Segala tulisan yang diilhamkan Allah memang bermanfaat untuk mengajar, untuk menyatakan kesalahan, untuk memperbaiki kelakuan dan untuk mendidik orang dalam kebenaran”.

Alkitab adalah tulisan yang diilhamkan oleh Allah. Roh Kuduslah yang menginspirasi para penulis Alkitab. Dengan kata lain, Alkitab adalah Firman Allah sendiri. Karena itu,
sebagaimana dikatakan dalam nas di atas, Alkitab dapat memberikan banyak manfaat bagi setiap orang yang mempelajarinya. Melalui Alkitab kita mengenal Allah yang telah menciptakan kita. Melalui Alkitab kita mengenal Yesus Kristus yang telah mati dan bangkit untuk menyelamatkan kita.
Melalui Alkitab kita belajar bagaimana hidup dalam
kebenaran seturut kehendak Allah. Singkatnya, Alkitab sangatlah bermanfaat bagi pengenalan kita akan Allah dan bagi pertumbuhan rohani kita di dalam Dia.
Selain itu,
                                            

Membaca

 Tuhan juga menyebut berbahagia orang-orang yang menjauhkan diri dari kefasikan dan mencintai firmanNya. Orang-orang yang demikian akan diberkati. Mereka akan berbuah, terpelihara, tidak terkalahkan, dan berhasil dalam hidupnya. Janji Tuhan ini dengan jelas diungkapkan dalam Mazmur 1:1-3. “Berbahagialah orang yang tidak berjalan menurut nasihat orang fasik, yang tidak berdiri di jalan orang berdosa, dan yang tidak duduk dalam kumpulan pencemooh, tetapi yang kesukaannya ialah Taurat TUHAN, dan yang merenungkan Taurat itu siang dan malam. Ia seperti pohon, yang ditanam di tepi aliran air, yang menghasilkan buahnya pada musimnya, dan yang tidak layu daunnya; apa saja yang diperbuatnya berhasil.” Kita telah melihat bahwa Alkitab sangatlah bermanfaat bagi pengenalan kita akan Allah dan bagi pertumbuhan rohani kita di dalam Dia. Maka dari itu, adalah penting bagi umat yang percaya kepada Kristus untuk membaca dan mempelajari Alkitab dengan tekun. Dalam hal ini kita dapat meneladani orang-orang Berea yang diinjili oleh Rasul Paulus. “Orang-orang Yahudi di kota itu (Berea) lebih baik hatinya dari pada orang-orang Yahudi di Tesalonika, karena mereka menerima firman itu dengan segala kerelaan hati dan setiap hari mereka menyelidiki Kitab Suci untuk mengetahui, apakah semuanya itu benar demikian.” (Kis 17:11).

·         Fungsi dan tujuan firman Tuhan yang tertulis di dalam Alkitab

Dalam suratnya kepada Timotius tersebut, Paulus menyebutkan manfaat Firman Tuhan yang tertulis dalam Kitab Suci, yaitu:

1.      Untuk mengajar. Firman Tuhan mengajarkan berbagai hal yang menuntun pada kebaikan. Contohnya: Firman Tuhan mengajar kita untuk mengasihi orang lain, tidak sombong, tidak berkata kasar kepada orang tua dan teman, dan sebagainya.

2.      Untuk menyatakan kesalahan. Firman Tuhan menolong mengungkapkan kesalahan-kesalahan yang kita perbuat sehari-hari. Contohnya: Firman Tuhan menyatakan kepada kita bahwa mencuri dan berbohong itu tindakan yang salah di hadapan Tuhan dan sesama.

3.      Untuk memperbaiki kelakuan. Artinya, Firman Tuhan menunjukkan kepada kita kelakuan dan sikap yang perlu kita perbaiki. Contohnya: sikap iri hati dan dengki dalam diri kita. Firman Tuhan menolong kita untuk melihat bahwa iri hati itu tidak baik. Sikap ini lebih banyak berdampak buruk dalam kehidupan kita. Karena sikap ini tidak baik, kita harus mengubahnya menjadi baik.

4.      Untuk mendidik orang dalam kebenaran. Artinya, Firman Tuhan mendidik kita berjalan di jalan yang benar dan berpegang pada nilai-nilai kebenaran
sesuai kehendak Tuhan.

·         Membaca Alkitab / Firman Tuhan dan dampaknya pada pertumbuhan Iman

Bagi banyak anak, kegiatan membaca tidak disukai, apalagi jika tidak ada gambar. Tetapi, tahukah kamu jika tidak membaca maka ada beberapa efek buruk yang akan terjadi pada dirimu. Antara lain, otak di kepala akan terbiasa pada hal-hal yang mudah dan akan susah diajak untuk berpikir menyelesaikan suatu masalah. Lalu akibatnya kamu tidak akan suka diajak berpikir dan tidak tajam memahami sesuatu. Sayang bukan? Karena Tuhan
menciptakan otak untuk dipakai berpikir menyelesaikan banyak hal atau menemukan hal-hal baru, seperti para penemu-penemu dunia. Nah, karena itu, kamu harus membuat dirimu suka membaca. Bagaimana dengan membaca Kitab Suci? Tentu saja kamu juga harus
menyediakan waktu untuk membacanya. Untuk apa? Agar kamu semakin mengenal Tuhan dan apa yang Tuhan lakukan di dunia ini pada masa lalu, kini, dan akan datang. Tentu tidak semua teks dalam Alkitab dapat kamu pahami, tetapi seperti cerita dalam pelajaran ini, kamu tetap akan menemukan faedahnya nanti, cepat atau lambat. Karena itu, kamu harus tekun membaca Alkitab di rumah, sekolah, atau di gereja. Tahukah kamu, bahwa Alkitab memuat banyak cerita atau kisah-kisah menakjubkan, mulai dari kisah penciptaan di Perjanjian Lama hingga kisahkisah hidup para rasul dan jemaat di Perjanjian Baru. Semua cerita itu memiliki pesan yang baik tentang bagaimana menjadi seorang yang percaya kepada Tuhan dan hidup menurut Firman Tuhan dalam kehidupan seharihari.
Sebetulnya, apa saja manfaat membaca Alkitab atau Firman Tuhan? Ada banyak manfaat yang akan kamu dapatkan. Antara lain: Kamu akan tahu apa yang Tuhan kehendaki untuk kamu lakukan atau tidak lakukan. Kamu akan tahu bahwa iman atau percaya kepada Tuhan harus terus dipelihara agar semakin kuat dan tidak mudah goyah meskipun nanti akan ada banyak godaan yang mengajak kamu berbuat hal-hal yang tidak disukai oleh Tuhan.

·         Kesimpulan

Alkitab adalah Kitab Suci yang berisi pengajaran, pedoman, teguran, larangan, nasihat, penghiburan, dan harapan bagi kita. Dengan membaca Alkitab, kita dapat mengerti bagaimana Allah menuntun hidup manusia sejak dahulu hingga sekarang. Kita juga menjadi tahu apa yang Tuhan kehendaki untuk kita lakukan dalam kehidupan kita sehari-hari.